Minggu, 23 September 2018 | 12 Muharram 1440 H | Dibaca : 156 Kali

Pawai Taaruf MTQ ke-43 Tingkat Kabupaten Bengkalis Semarak

Editor: Adisutrisno - Reporter: Zuriat Abdillah - Fotografer: Babam Suryaman
Pawai Taaruf MTQ ke-43 Tingkat Kabupaten Bengkalis Semarak Teks foto: Sekretaris Daerah Bustami, Sabtu siang 22 September 2018, tepat pukul 12.32 WIB melepas pawai taaruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-43 Tingkat Kabupaten Bengkalis.

SUNGAI PAKNING – Bertempat di depan Masjid Al Qura Desa Sejangat Kecamatan Bukit Batu, jalan lintas Pekanbaru-Sungai Pakning, Bupati Bengkalis Amril Mukminin diwakili Sekretaris Daerah Bustami, Sabtu siang 22 September 2018, tepat pukul 12.32 WIB melepas pawai taaruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-43 Tingkat Kabupaten Bengkalis.

Pelepasan pawai taaruf MTQ ke-43 yang diikuti 11 kecamatan itu, ditandai dengan penangkatan bendera oleh Sekda Bengkalis.

Adaupun rute pawai yang dilalui peserta, Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan masjid Al Quro menuju Astaka Utama yang berlokasi di Kantor Terpadu Kecamatan Bukit Batu.

Diungkapkan Bustami, kegiatan pawai taaruf, memberikan spirit semangat dan kehidupan keagamaan, juga diharapkan menjadi momentum semangat kebersamaan dan silaturahmi antar pemerintah dan msyarakat.

Kemudian untuk mempekokoh silaturahmi antara sesama umat Islam, juga toleransi dengan antar umat agama. Wujud kegembiraan sekaligus syiar Islam, serta untuk meningkatkan komitmen dalam membangun Kabupaten Bengkalis.

Pada acara pawai taaruf MTQ ke-43 Tingkat Kabupaten Bengkalis Bengkalis, hadir anggota DPRD Aisyah. Kepala Kantor Kementerian Agama Jumari, Wakapolres Kompol serta para Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Bertindak sebagai komandan upacara pelepasan pawai taaruf Masuri

Sesaat bendera pelepasan pawai taaruf diangkat oleh Bupati Bengkalis, rombongan marching band Andam Dewi membuka pawai taaruf. Diikuti barisan putra-putri berpakaian Melayu warna hijau, pembawa bunga manggar dan penabuh kompang.

Kemudian diikuti barisan pertama, kafilah Kecamatan Bandar Laksamana diikuti peserta 800 orang. Diawali mobil hias miniator masjid, diikuti drum band. Dilajutknya dengan para aparatur kecamatan, pemerintahan desa, penabuh kompang, kumpulan rebana ibu, ditutup dengan penabuh kompang.

Selanjutnya pada urutan kedua, diikuti Kecamatan Bantan yang menurunkan kekuatan sebanyak 350 orang. Camat Bantan Reza Noverindra bersama unsur Forkopimca Bantan mengenakan pakaian Melayu warna oren, menampilkan miniatur masjid.

Pada urutan ketiga Kecamatan Pinggir penuh semangat. Di bawah komando Camat Toharudin, mereka tampil percaya diri. Rombongan dari kecamatan yang terkenal dengan kawasan perkebunan ini, memboyong unsur pemerintahan dari kecamatan, 2 kelurahan dan 8 desa, serta unsur masyarakat.

Pada urutan keempat, rombongan kecamatan Rupat Utara. Rombongan ini yang dikomandoi Camat Agus Syofian, pada pawai taaruf MTQ ini menampilkan mobil hias miniatur masjid.

Sebagai kecamatan yang memiliki potensi wisata pasir putih ini, Rupat Utara ingin memanfaatkan momentum pawai taaruf ini, selain sebagai ajang si’ar dan silaturahmi, juga untuk mempromosikan potensi yang dimiliki, yakni pantai.

Selanjutnya pada urutan kelima, diikuti kecamatan “abang tertua” Rupat Utara, yakni Kecamatan Rupat. Sebagai “abang tertua” tentu Rupat, tidak ingin kalah tampil dengan sang adik. Pada pawai taaruf ini, kecamatan yang dinakhodai Camat Hanafi, menampilkan mobil hias miniatur masjid serta memboyong aparatur kecamatan, kelurahan, desa dan unsur masyarakat.

Pada urutan keenam, diikuti Kecamatan Bengkalis. Datang dari seberang pulau, kafilah kecamatan Bengkalis dinakhodai Ade Suwirman, selama ini dikenal sebagai kecamatan yang selalu tampil apik dan prima, serta selalu menggondol juara umum pada setiap helat MTQ.

Pada urutan ketujuh, kafilah dari kecamatan tetanggan Bukit Batu, yakni Kecamatan Siak Kecil. Diterajui oleh Camat Fadlul Wadji, kafilah Siak Kecil memboyong peserta 1200 orang yang terdiri dari unsur pemerintahan kecamatan, desa dan UPT. Tak hanya itu, guru, siswa dan unsur organisasi kemasyarakat dan kepemudaan. Pada pawai taaruf ini, Siak kecil menampilkan miniatur perahu Lancang Kuning.

Pada urutan barisan kedelapan, Kecamatan Talang Muandau. Sebagai kecamatan pemekaran dari Pinggir, kecamatan yang dinakhodai Ruslan ini, sudah dua kali mengikuti pawai taaruf MTQ. Sebelumnya pada MTQ ke-42, Talang Muandau ikut tampil pada pawai taaruf. Namun keikutsertaan pada lomba MTQ, merupakan tahun perdana  mengirimkan kafilah yang ikut bermusabaqah.

Tak jauh berbeda dengan Talang Muandau, tampil pada urutan kesembilan adalah Kafilah Kecamatan Bathin Solapan. Pada pawai taaruf MTQ ke-43 ini, kecamatan yang diterajui Amirudin, merupakan kali kedua setelah sebelumnya tampil pada MTQ ke-42 di Kecamatan Pinggir. Pada pawai tahun ini, membyong kekuatan sebanyak 325 orang.

Pada urutan kesepuluh kafilah kecamatan Mandau. Pada pawai taaruf ini, kecamatan yang dimotori Riki Rihardi menurunkan kekuatan sebanyak 1.000 orang, dari berbagai unsur yang ada. Mengurus motto “Negeri Islami Junjungan Budaya”, kecamatan yang tahun depan dipercaya sebagai tuan rumah MTQ ke-44 Tingkat Kabupaten Bengkalis ini, ingin tampil maksimal.

Pada urutan pamungkas, tentunya ditempati tuan rumah, Kecamatan Bukit Batu. Meski tidak masuk dalam penilaian dewan juri, sebagai tuan rumah, kecamatan yang dinakhodai Mulyadi, menurunkan seluruh kekuatan dari berbagai unsur yang ada. Mulai dari unsur pegawai di kecamatan, kelurahan, desa, organisasi keagamaan, organisasi kemasyaratan, organisasi pemuda, rombongan ketua RW/RT, kepala dusun, pengurus masjid, guru dan berbagai elemen.

 

 

[Ikuti Terus LPTQ Bengkalis Melalui Sosial Media]







LPTQ Bengkalis
di Google+



LPTQ Bengkalis
di Instagram
Baca Juga
Tulis Komentar